IKPDN JANGAN DIPOLITISIR
Drs.K.H. Mahrus Amin, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah menyayangkan sekaligus mengingatkan para Alumni untuk tidak “menjual” nama Darunnajah dan membawanya kepada ranah politik. Hal tersebut disampaikan dalam rapat guru teras (Tim-19), Rabu 10 Juni 2009, terkait dengan pemberitaan dibeberapa media massa yang menyatakan dukung-mendukung Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah (IKPDN) terhadap Capres tertentu.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan bahwa Darunnajah adalah lembaga pendidikan yang salah satu sikapnya adalah “Berdiri di atas dan untuk semua golongan”. Terjemahan bebas dari ini adalah bahwa para Alumni boleh berpolitik dan bebas menyatakan dukungannya, tetapi tidak lembaganya dan mengharamkan seluruh pihak berpolitik praktis di lingkungan pendidikan.
Dukung mendukung Capres oleh lembaga alumni di masa kampanye bukanlah hal yang baru. “Jual-menjual suara” ironisnya menjadi semacam peluang bisnis yang menggiurkan. Justru di situlah Kiai Mahrus mengingatkan para Alumni untuk tidak tergoda “menjual” almamaternya dan justru membantu Pesantren ini untuk bisa tetap bersikap independen dari dunia politik. (sekretaris.darunnajah@gmail.com)

silahkan buka :
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/05/30/075000/1139668/700/para-anggota-kelompok-pengajian-bakal-jadi-saksi-sby-boediono-di-tps