Membentuk Siswa Yang Unggul dan Berkualitas

11 06 2009

MODEL PENDIDIKAN ISLAM
DI PONDOK PESANTREN AL-‘ASHRIY
DALAM MEMBENTUK SISWA YANG UNGGUL
DAN BERKUALITAS
Oleh Drs.H. Sofwan Manaf, M.Si

Disampaikan pada Seminar Nasional Pendidikan Islam “Peranan Madrasah dan Sekolah Islam Berasrama dalam membentuk siswa yang unggul dan berkualitas pada masa modern”, MAN INSAN CENDEKIA SERPONG BERASRAMA, Jum’at 12 Juni 2009/J. Al-akhir 1430

Keunggulan Pendidikan Berasrama
• Sekolah Pulang Pergi
– Dekat dengan orang tua
– Pendidikan Formal
– Lingkungan masyarakat pada umumnya
• Sekolah Berasrama
– sekolah formal
– Pengelolaan luar jam sekolah
– Keingingan masyarakat pendidikan yang lebih baik dari sistem pendidikan pada umumnya
– pendidikan disajikan secara menyeluruh, selama 24 jam
– pendidikan di sekolah berasrama memuat pendidikan di semua aspek; aspek akademik, agama, keterampilan, hingga pembinaan karakter
– pembelajaran dilakukan secara terintegrasi, berjalan selama 24 jam dan tidak hanya dilakukan di kelas.
– sekolah tidak hanya menjalankan fungsi mengajar saja, namun juga fungsi mendidik
• Sekolah berasrama dilingkungan pesantren
– Semua keunggulan sekolah berasrama
– Memiliki Panca Jiwa
1. Jiwa Keikhlasan
2. Jiwa Kesederhanaan
3. Jiwa Kemandirian
4. Jiwa Ukhuwah Islamiyah
5. Jiwa Kebebasan
• Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memililki kekhasan, yakni para santri tinggal bersama-sama dengan kyai atau guru dalam kampus, memiliki ciri-ciri hubungan akrab antara santri dengan kyai, taat dan patuh pada kyai, hidup mandiri dan sederhana, semangat gotong royong dalam suasana persaudaraan dan terlatih hidup berdisiplin dan bertirakat.
4 Kelompok Pesantren
• Pertama : Salaf, yang masih konsisten dengan
zaman yang dahulu.
• Kedua : Pesantren yang dikatakan modern, telah memadukan lama dengan sistem pendidikan sekolah.
• Ketiga : Pesantren yang sebenarnya hanya sekolah biasa tetapi siswanya diasramakan 24 jam.
• Keempat : Pesantren yang tidak mengajarkan ilmu agama, karna semangat keagamaan sudah dimasukkan dalam kurikulum sekolah dan kehidupan sehari-hari di asrama.
• Kelemahan pola pendidikan pesantren dimasa lalu adalah tidak adanya rumusan tujuan pendidikan yang jelas, yang dituangkan dalam tahapan-tahapan kerja atau program. Pendidikan berjalan seakan hanya mengikuti arus keahlian kiai.
• Utamanya di Pesantren yang telah berkembang saat ini, pendidikan banyak bertujuan mempersiapkan lulusan yangmampu hidup dan memberi kontribusi bagi masyarakat. Sesuai juga dengan fitrah manusia dalam hadis Rasulullah SAW “ خير الناس أنفعهم للناس “
Proses Pendidikan di Pesantren
• Manajemen penunjang:
– Pendidikan formal
– Admnistrasi dan keuangan
– Hubungan masyarakat
– Rumat Tangga
– Pengasuhan
• Yang paling dominan adalah Pengasuhan
• Sudah saatnya visi pendidikan diarahkan kepada proses, bukan hasil. Tuntutan ideal itu hanya mungkin terjadi ketika kita benar-benar siap. Siap dalam kultur yang menghargai proses bukannya kertas ijazah.
Lingkungan
• Yang paling mahal dalam dunia pendidikan adalah lingkungan.
• Lingkungan dapat menjadi budaya
– Lihat
– Dengar
– Rasakan
• Bahasa, merupakan hal yang dapat dibangun dalam lingkungan, apalagi dapat diciptakan akses yang bagus dalam bahasa asing; Arab, Inggris dan lainnya.
Unggul
• Pola proses santri yang unggul sangat tergantung kepada visi dan misi lembaga pendidikan tersebut apalagi pondok pesantren.
• Unggul dapat berarti memiliki keunggulan daripada yang lain.
• Maka kata unggul akan sangat berlandaskan pada visi dan misi lembaga tersebut.
• Beberapa contoh :
– Pesantren A menekankan pada kitab-kitab salaf dan ilmu sorf
– Pesantren B menekankan pada bahasa arab dan inggris.
– Pesantren C menekankan pada pembentukan kepemimpinan
dan penguasaan bahasa arab dan inggris
– Pesantren D menekankan pada jiwa pesantren dan ilmu umum
– Pesantren E menekankan pada tahfiz Al-Qur’an
– Pesantren F menekankan pada ……. dst
• anak berbakat ialah mereka yang karena memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul mampu memberikan prestasi yang tinggi
• Dengan mengetahui segala kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh anak yang berbakat, nyatalah bahwa kita harus membedakan antara anak berbakat yang sudah berhasil mewujudkan potensialnya dalam prestasi yang unggul dan mereka yang potensial berbakat tetapi karena sebab-sebab tetentu belum berhasil mewujudkan potensi mereka yang unggul
• Tidak bisa dipungkiri bahwa, pada umumnya di Indonesia persepsi tentang sekolah unggul adalah sekolah yang input siswanya unggul atau mempunyai kemampuan akademik plus. Jika demikian sesungguhnya lebih pantas disebut sekolah siswa unggul, bukannya sekolah unggul. Juga persepsi sekolah yang fasilitasnya mewah, sehingga berdampak pada besarnya biaya pendidikan.
• Sementara di negara maju, sekolah unggul adalah sekolah yang dalam proses belajar mengajarnya EFEKTIF, dalam arti mampu menimbulkan dan menjaga antusiasme siswa dalam belajar. Mampu dan berhasil dalam prestasi akademik.
• Sekolah dikatakan unggul jika benar-benar menunjukan “the best process”, bukannya “the best input”, yakni keunggulan dalan proses belajar mengajar.
• Ada kemajuan yang terukur dari siswanya dari 3 aspek; secara kognitif, afektif maupun psikomotorik.
• Lihatlah, apakah terjadi perubahan positif pada perilaku
• Adanya program pengembangan guru yang berkesinambungan.
• Guru-gurunya memahami psikologi perkembangan anak. Bagaimana sikap guru dalam menghadapi masalah yang timbul pada siswa.
• Sekolah yang mempunyai guru-guru dengan cara mengajar yang EFEKTIF dan berkualitas. Guru-gurunya menguasai tehnik-tehnik mengajar yang sesuai dengan kaedah pedagogik yang benar. Coba tanyakan, apakah guru memiliki lesson plan untuk sebelum mengajar. Apakah termasuk “teaching by planing” atau ‘teaching by feeling”
• Guru-guru yang memahami gaya belajar siswa-siswanya. Hal ini tercermin dari kesan dan tanggapan para siswa terhadap guru.
• Sebab bisa dipastikan, jika cara mengajar guru sesuai dengan gaya belajar siswanya, maka pelajaran akan terasa mudah dan menyenangkan. Sebaliknya, siswa jenuh dan mengalami kesulitan jika cara mengajar guru tidak sesuai denngan gaya belajar siswa.
Alumni Pesantren ada dimana-mana
• Rumusan secara umum, banyak digunakan oleh alumni pesantren.
• Seperti halnya Gontor/Darunnajah, tidak mengarahkan santrinya untuk memasuki suatu lapangan profesi tertentu, tidak pula memasuki perguruan tinggi tertentu, tidak mengarahkan bukan berarti melarang, dan juga bukannya tidak mempersiapkan segala sesuatunya.
• Sentri/siswa, dengan bekal selama masa pendidikan, diharapkan mampu mengembangkan diri dan menentukan jalan hidupnya sendiri dalam masyarakat, termasuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.
• Mereka memiliki karakter yang kuat, ulet, pantang menyerah, semangat dan bekerja keras untuk membangun hari esok lebih baik,
• قال رسول الله ص م : علموا أولادكم فانهم سيعيش في زمان غير زمانكم فانهم خلقوا لزمانهم و نحن خلقنا لزماننا
(حديث صحيح)
• الأم مدرسة, اذا أعددتها أعددت شابا طيب الأعراق
• 4 Model Manusia
• 1 02 2008 : الرجال أربعة
رجل يدري و يدري أنه يدري فذلك عالم فإسألوه
• و رجل يدري و لا يدري أنه يدري فذلك ناس فذكروه
و رجل لا يدري و يدري أنه لا يدري فذلك مسترشد فأرشدوه
• و رجل لا يدري و لا يدري أنه لا يدري فذلك جاهل فإجتنبوه
• Orang itu ada 4 kelompok
• Orang yang menyadari, bahwa ia faham kalau dia berpengetahuan, maka ia adalah seorang yang ALIM, dekati dan banyak bertanya kepadanya.
• Orang yang menyadari, bahwa ia tidak sadar kalau dia adalah orang yang berpengetahuan, ia adalah ORANG LUPA, maka ingatkanlah ia…
• Orang yang tidak berpengetahuan, tapi ia menyadari bahwa ia tidak berpengetahuan, maka ia adalah orang yang perlu DIBIMBING dan bimbinglah ia…
• Dan Orang yang tidak berpengetahuan, tapi ia tidak menyadari bahwa ia tidak berpengetahuan. Ia adalah orang yang BODOH, jauhilah ia….
• Mihrab; Jurnal Pondok Pesantren Vol 11 no 2 Juni 2008 diterbitkan oleh PD Pontren DEPAG bekerjasama dengan Institute for the study of religion and democracy (IRD)
• Tajuk rencana Kompas rabu 10 juni 2009 hal 6
• Jajat Burhanuddin dan Ahmad Baedowi, Transformasi Ororitas keagamaan, Pengalaman Islam di Indonesia, Gramedia – PPIM UIN Jakarta dan DEPAG, Jakarta 2003
• KH Abdullah Zarkasyi, M.A, Gontor & Pembaharuan Pendidikan Pesantren, PT RajaGrafindo Persana Jakarta, 2005
• Choirul Fuad Yusuf, dkk, Isu-isu Sekitar Madrasah, Puslitband DEPAG RI, 2006
http://fitrahhanniah.com/sdit//index.php?option=com_content&task=view&id=6&Itemid=1
http://www.setkab.go.id/berita/137-presiden-minta-pesantren-ciptakan-santri-unggul
https://sofwanmanaf.wordpress.com/


Actions

Information

2 responses

9 09 2009
zulfadhli

dunia bagaikan daun kelor

26 09 2012
obat tradisional hiv

wah patut di pelajari nih, ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: