Khutbah Ied: Keberkahan

18 09 2009

KHUTBAH PERTAMA :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ،
اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ،
اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِـيْرًا،
وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الْكَبِـيْرِ الَّذِيْ عَنَتِ الْوُجُوْهُ لِكِبْرِيَائِهِ وَعَظَمَـتِهِ،
اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ دَبَّرَ الْكَائِنَاتِ بِحِكْمَتِهِ،
اَلْقَادِرِ الَّذِيْ أَبْدَعَ الْمَوْجُوْدَاتِ وَعَمَّهَا بِإِحْسَانِهِ وَرَحْمَتِهِ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
الَّذِيْ جَعَلَ فِيْ تَعَاقُبِ اْلأَعْيَادِ عِـبْرَةً ِلـمَنْ وَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ، وَدَاوَمَ عَلَى طَاعَـتِهِ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَـيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
الدَّاعِي إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ، فَـفَتَحَ لَنَا أَبْوَابَ الرُّقَى وَالسِّـيَادَةِ بِسُـنَّتِهِ.

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَ أَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَمَسَّكَ بِالدِّيْنِ وَسَلَكَ طَرِيْقَ هِدَايَـتِهِ.
أَمَّا بَعْدُ :

فَيَاعِبَادَاللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ،
وَالسَّعْيِ إِلَى مَرْضَاتِهِ،
لِنَكُوْنَ مِنْ أَصْحَابِ جَنَّتِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ :ö

Kaum Muslimin dan muslimat jema’ah sholat ‘Id yang dirahmati Allah!

Marilah kita bertaqwa kepada Allah ;
yaitu dengan senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Hanya dengan bertaqwa kepada Allah kita akan mendapatkan Redho-Nya.
Dan hanya dengan bertaqwa kepada Allah kita akan mendapatkan keberkahan dan keistimewaan.

Kaum Muslimin dan muslimat jema’ah sholat ‘Id yang dirahmati Allah!

Ramadhan telah kita lalui.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat keberkahan dari Allah melalui Ramadhan yang penuh berkah !

Keberkahan adalah salah satu pemberian Allah yang sangat istimewa ;

dengan keberkahan maka seluruh perkara dalam hidup kita menjadi lebih berharga ;

– apabila umur kita diberkahi, maka banyak sekali
amal saleh yang dapat kita lakukan,

– apabila harta kita diberkahi, maka banyak sekali
jasa yang dapat kita usahakan,

– apabila keluarga kita diberkahi, maka banyak
sekali kebaikan yang dapat kita rasakan,

– apabila ilmu kita diberkahi, maka banyak sekali
karya yang dapat kita persembahkan,

Demikianlah dalam segala perkara hidup kita.

Tanpa keberkahan, hidup yang kita lalui hanyalah suatu perjalanan yang hambar dan melelahkan, bahkan susah dan menyengsarakan.

اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ وَ ِللهِ َالْحَمْدُ ،
Kaum Muslimin dan muslimat jema’ah sholat ‘Id yang dirahmati Allah!

Berkah maknanya ‘nilai yang lebih dari sesuatu benda’.

Rumah yang berkah maknanya rumah yang nilainya lebih daripada rumah yang sama seperti itu. Misalnya rumah tersebut masih kokoh berdiri meskipun telah berumur 300 tahun, padahal rumah yang seumpama itu hanya mampu bertahan selama 80 tahun saja.

Semua rumah yang sama dibangun dengannya telah runtuh, tetapi rumah tersebut masih kuat berdiri dan masih layak dihuni.

Rumah tersebut tidak hanya digunakan untuk tempat berlindung saja, tetapi juga sebagai tempat belajar, tempat berkumpul memecahkan masalah umat, tempat tumpuan orang-orang yang memerlukan dan lain sebagainya.

Rumah tersebut tidak pernah sepi daripada kegiatan.

Maka kita katakan: ”Rumah tersebut adalah rumah yang diberkahi”.Rumah yang memiliki kelebihan.

Begitu pula tentang malam yang berkah, seperti Lailatul-Qodar, Allah berfirman :

“Sesungguhnya Kami menurunkan-nya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. (Q.S Ad-Dukhaan : 3)

Dilihat dari sisi tabi’atnya maka malam itu sama saja dengan malam-malam lainnya,
namun dari sisi nilainya maka malam itu memiliki nilai yang berbeda dengan malam-malam lainnya. Malam tersebut lebih baik dari seribu bulan.

Begitu pula dengan tempat yang berkah, seperti kota Mekkah, Allah berfirman:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (Q.S. Ali ‘Imran : 96)

Dilihat dari sisi tabi’atnya sebagai tempat maka sama saja dengan tempat-tempat yang lainnya, tetapi apabila dilihat dari sisi nilainya maka Mekkah memiliki keistimewaan ;

di dalamnya terletak Rumah Allah (Ka’bah), Maqam Ibrahim, telaga Zam-zam, Shafa dan Marwah, Masjidil Haram dan lain sebagainya.

Dan siapa saja yang sholat sekali di dalam Masjidil-haram maka pahalanya sama dengan sholat 100.000 kali pada tempat-tempat yang lainnya.

Demikianlah makna berkah;
yaitu nilai lebih yang membawa kepada kelebihan dan keistimewaan.
Lihatlah para ulama terdahulu,
umurnya sama dengan kita,
tetapi ratusan karya berhasil mereka tulis untuk kita.
Kita pula, berapa karya yang telah kita tulis untuk generasi sesudah kita?

Lihatlah Khalifah Umar bin Abdul Aziz, pemerintahannya sangat singkat sekali,
tetapi mampu melenyapkan kemiskinan dari rakyatnya.
Semua itu adalah karena keberkahan.

اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ وَ ِللهِ َالْحَمْدُ ،
Kaum muslimin dan muslimat jema’ah sholat
‘Id yang dirahmati Allah!

Bagaimana pula dengan kehidupan kita hari ini? Sudahkah kehidupan kita telah diberkahi oleh Allah Subhanahu wata’ala?

Coba lihat keadaan disekeliling kita,
apakah kita menjumpai kelebihan-kelebihan atau sebaliknya, kekurangan-kekurangan;

– rumah tangga belum berjalan lama, tetapi semua
telah merana.

– bangunan baru saja berdiri, tetapi sudah tidak
layak dihuni.

– gelar semakin banyak disandang, tetapi akhlak
semakin buruk ditunjukkan.

– harta semakin banyak dimiliki, tetapi tamak
semakin menjadi-jadi.

– bumi yang dihuni penuh dengan kekayaan,
tetapi rakyat yang mendiaminya tenggelam dalam
kesengsaraan.

Mengapa semua ini terjadi?

Jawabannya mudah dan jelas;
karena keberkahan telah lenyap,
kelebihan telah hilang.

Allah berfirman:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. [QS. Al-A’raf : 96]

اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ وَ ِللهِ َالْحَمْدُ ،
Kaum muslimin dan muslimat, jema’ah sholat ‘Id yang dirahmati Allah!

Dalam ayat yang kita baca tadi, menerangkan bahwa sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, maka Allah akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi.

Ayat ini merupakan pemberitahuan yang jelas dari Allah bahwa keimanan dan ketaqwaan akan membuahkan keberkahan.
Dengan keberkahan itu pula maka manusia akan merasa nyaman, aman dan bahagia dalam menjalani hidup,
karena segala keperluan hidup dapat terpenuhi.

Namun didalam ayat ini juga diterangkan bahwa diantara manusia ada yang berani mendustakan ayat-ayat Allah ;
tidak mau mempercayai dan mengikutinya ;
yang mereka ikuti adalah hawa nafsu mereka sendiri,
maka Allah menyiksa mereka,
Allah menahan pemberian dari langit dan bumi, Allah benamkan mereka dalam kesengsaraan.
Mereka menjadi susah,
susah disebabkan karena perbuatan mereka sendiri.

Maka apabila sampai ke tahap ini,
tidak ada cara lain lagi,
melainkan dapatkan kembali kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan,
dapatkan kembali keberkahan untuk menutupi kesengsaraan.

Saat ini,
kita sangat mendambakan kelebihan-kelebihan seperti;
ulama yang kharismatik,
cendekiawan yang netral,
tokoh yang idealis,
pemimpin yang amanah,
pengusaha yang mulia,
penegak hukum yang bijaksana,
wartawan yang professional,
guru yang ikhlas,
pedagang yang jujur,
serta rakyat yang patuh dan beradab.

اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ وَ ِللهِ َالْحَمْدُ ،
Kaum muslimin dan muslimat, jema’ah Shalat ‘Id yang dirahmati Allah!

Berdasarkan Surah Al-A’raf ayat 96 tadi, berarti untuk mendapatkan kelebihan-kelebihan atau keberkahan, tidak ada jalan lain kecuali beriman dan bertaqwa kepada Allah.

Beriman adalah percaya bahwa perintah Allah saja yang mesti diikuti dan larangan Allah saja yang mesti dijauhi.
Bertaqwa pula adalah berusaha untuk mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh keikhlasan, kesungguhan dan siap untuk berkorban apa saja.

Berarti, orang yang beriman dan bertaqwa adalah orang yang memiliki kekuatan yang amat dahsyat untuk menggerakkan kehidupan,
karena iman dan taqwa tersebut akan menyambungkan diri kita yang bersifat lemah dan kurang dengan Allah yang bersifat kuat dan sempurna.

Berarti, tidak ada yang tidak bisa dibuat apabila sudah bersama dengan Allah,
tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan apabila sudah bersama dengan Allah.

Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah akan membuat hawa nafsu kita terbimbing dan terpelihara ;
inilah yang membuat diri kita dapat memimpin dengan baik dan benar.
Maka jadilah kita pemimpin dengan makna yang sebenarnya.

Keimanan dengan kesungguhan kepada Allah akan membuat hati kita lebih suci dan lebih khusyu’,
inilah yang membuat kita lebih bijaksana dan mulia,
dan inilah yang akan menghantarkan kita kepada kelebihan dan keberkahan.

Maka dihari suci dan fitri ini,
inilah kesempatan yang paling sesuai untuk mendapatkan kelebihan dan keberkahan itu.

اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ وَ ِللهِ َالْحَمْدُ ،
Kaum muslimin dan muslimat, jema’ah sholat ‘Id yang dirahmati Allah !

Siapapun kita, sangat memerlukan kelebihan dan keberkahan ini ;
karena ialah yang akan memudahkan kita dalam menyelesaikan masalah,
ialah yang akan mengelakkan kita daripada masalah yang baru,
dan sekaligus ialah yang akan menjadi bekal menuju kebahagiaan dan kesejahteraan.

Maka jangan ada lagi diantara kita yang melakukan perbuatan tercela;
yang berakibat kepada ditariknya keberkahan, yang berakibat kepada turunnya siksaan.

Marilah di hari baik dan suasana baik ini :
– kita kuatkan keimanan didalam dada kita,
– kita upayakan ketaqwaan dalam hidup kita,
– kita hilangkan kedengkian diantara kita,
– kita sambungkan silaturrahim,
– kita kokohkan persaudaraan,
– kita bantu-membantu dalam kebaikan,
– kita nasehat-menasehati dalam kebenaran.

Insya Allah, kelebihan dan keberkahan akan kita dapatkan,
Insya Allah, pribadi dan masyarakat yang mulia akan menjadi kenyataan.

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ اْلآمِنِيْنَ
وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِي زُمْرَةِ الْمُوَحِّدِيْنَ

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ
وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

KHUTBAH KEDUA :

اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ،
اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ ،
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِـيْرًا، وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً.

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلَى كَثِيْرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ،
وَوَقَانَا مِنْ شَرِّ أَعْدَائِهِ الْكَافِرِيْنَ وَالْمُنَافِقِيْنَ،
لِيَجْعَلَنَا مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ،

أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ ، اِتَّقُوا اللهَ ،
إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ :

“Difirmankan: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mu’min) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.” [Q.S. Ali Imran : 164]

Kaum muslimin dan muslimat, jema’ah sholat ‘Id yang dirahmati Allah !

Di khutbah yang kedua ini kami sampaikan,

Keberkahan adalah keperluan yang sangat mendesak kita butuhkan,
Ia adalah bekal dalam menjalani hidup,
Ia juga sebagai penyelesai dalam menghadapi masalah.
Masalah multi dimensi yang terjadi saat ini,
adalah karena kita tidak menguruskan hidup ini dengan iman dan taqwa,

lihatlah rumah tangga kita,
benarkah nilai-nilai Islam telah menjadi pedoman dalam rumah kita?

Lihat pula masyarakat kita,
Benarkah para ulama telah berperan menyampaikan kebenaran?

Benarkah para pemimpin telah berperan menjalankan amanah?

Benarkah orang-orang kaya telah berperan membantu dan melindungi orang-orang miskin?

Benarkah para hakim dan jaksa telah berperan menegakkan keadilan?

Maka siapapun kita,
Marilah kita berperan dengan iman dan taqwa,
demi mendapatkan kelebihan dan keberkahan menuju penyelesaian dan kemajuan.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مَلاَئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ
وَأَنْبِيَائِكَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ أَجْمَعِيْنَ .

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات ،
ِ َاْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ .

اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ
وَأَهَلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ .

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَ ِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ .

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ ، الزِّنَا وَالرِّبَا، اَلْمِحَنَ وَالْفِتَنَ،
مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ،
مِنْ بَلَدِنَا خَاصَّةً وَمِنْ سَائِرِ ْبِلاَدِ الْمُسِلِمِيْنَ عَامَّةً .

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اِلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .

عِبَادَ اللهِ – إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ . وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .

تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Terima kasih atas tulisan ini,
dikutip dari :
http://tafaqquh.com/index.php?option=com_content&view=article&id=95:keberkahan-sebagai-penyelesaian&catid=36:artikel&Itemid=74


Actions

Information

One response

18 11 2010
propjkt

terimakasih untuk sharing khutbah nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: