Profil Darunnajah

13 04 2014

PROFIL PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH

  1. Profil Pondok Pesantren Darunnajah

Pondok Pesantren Darunnajah adalah lembaga pendidikan Islam swasta (non-pemerintah).  Dirintis sejak 1942, didirikan Pondok Pesantren pada tanggal 1 April 1974 oleh (Alm) KH. Abdul Manaf Mukhayyar dan dua rekannya (Alm) KH. Qomaruzzaman dan KH. Mahrus Amin, dengan sistem kurikulum yang terpadu, pendidikan berasrama serta pengajaran bahasa Arab dan Inggris secara intensif.

Pondok Pesantren Darunnajah terletak di Jalan Ulujami Raya, nomor 86, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Lokasi pesantren sangat menguntungkan karena berada di pinggiran ibukota, yang mana hal tersebut memudahkan komunikasi, baik dengan instansi pemerintah maupun dengan masyarakat luas.

Dengan didukung oleh lingkungan yang asri, Pondok Pesantren Darunnajah berupaya untuk mencetak manusia yang muttafaqoh fiddin untuk menjadi kader pemimpin umat/bangsa, selalu mengupayakan terciptanya pendidikan santri yang memiliki jiwa keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, kebebasan berfikir dan berperilaku atas dasar Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT.

Sebagai jenis pesantren modern,santri Pondok Pesantren Darunnajahmempunyai pikiran terbuka dan moderat, tanpa menghilangkan unsur peran Islam. Disiplin dan kesederhanaan, diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.

Di Pondok Pesantren Darunnajah, pengelolaan pendidikan dan pengajaran serta kegiatan santri sehari-hari dilaksanakan oleh para guru/ustadz dengan latar belakang pendidikan dari berbagai perguruan tinggi dan pesantren modern, yang sebagian besar tinggal di asrama dan secara penuh mengawasi serta membimbing santri dalam proses kegiatan belajar mengajar dan kepengasuhan santri.

Seiring berjalannya waktu, Pondok Pesantren Darunnajah dengan keikhlasan dan idealisme para pendirinya, lembaga ini terus berkembang, hingga saat ini memiliki 16 cabang di bawah Yayasan Darunnajah.  Dengan usaha selalu meningkatkan mutu pendidikan, pembangunan fisik, pengembangan dana dan mempersiapkan para kader untuk kemajuan jangka panjang lembaga pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

 

  1. Sejarah Perkembangan Pesantren

Sejarah perkembangan Pondok Pesantren Darunnajah terbagi dalam beberapa periode:

Periode Cikal Bakal (1942-1960)

Pada tahun 1942, KH. Abdul Manaf Mukhayyar (pendiri Pondok Pesantren Darunnajah) mempunyai sekolah Madrasah Al-Islamiyah di Petunduhan , Palmerah. Tahun 1959, tanah dan madrasahtersebut digusur untuk perluasan kompleksperkampungan olah raga Sea Games, yang sekarang dikenal dengan kompleksolah raga Senayan. Untuk melanjutkan cita-citanya, maka diusahakanlah tanah di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.Periode inilah yang disebut dengan periode cikal bakal, sebagai modal pertama berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah.

Periode Rintisan (1961-1974)

Pada tahun 1961, KH. Abdul Manaf Mukhayyar membangun gedung madrasah enam lokal di atas tanah wakaf. Karena banyaknya rintangan dan hambatan, maka pendidikan belum bisa dilaksanakan di Ulujami, tetapi dilaksanakan di Petukangan bersama beberapa tokoh masyarakat setempat.

 

Periode Pembinaan dan Penataan (1974-1987)

Pada tanggal 1 April 1974, pada awalnyapesantren mengasuh 3 orang santri saja.Pada periode inilah ditata kehidupan di Pesantren Darunnajah dengan sunnah-sunnahnya, seperti : aktivitas santri dan kegiatan pesantren disesuaikan dengan jadwal waktu sholat, menggali dana dari pesantren sendiri untuk lebih mandiri, meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, dengan dibentuk Lembaga Ilmu Al-Qur’an (LIQ), Lembaga Bahasa Arab dan Inggris dan Lembaga Da’wah dan Pengembangan Masyarakat (LDPM), beasiswa Ashabunnajah (kelompok santri penerima beasiswa selama belajar di Darunnajah) untuk kader-kader Darunnajah.

Periode Pengembangan (1987-1993)

Darunnajah mulai melebarkan misi dan cita-citanya, mengajarkan agama Islam, pendidikan anak-anak fuqara dan masakin dan bercita-cita membangun seratus pondok pesantren modern.

Periode Dewan Nadzir (1994-sekarang)

Perjalanan sejarah Pondok Pesantren Darunnajah yang relatif lama, telah menuntut peraturan kesempurnaan untuk menjadi lembaga yang baik. Pada tanggal 7 Oktober 1994, para pewakif tanah (Alm. KH. Abdul Manaf Mukhayyar, Alm. KH. Qomaruzzaman dan KH. Mahrus Amin), secara resmi mengucapkan ikrar wakaf dengan disaksikan oleh beberapa tokoh nasional, tokoh masyarakat, alumni dan wali santri.

 

 

 

 

  1. Visi, Misi dan Pola Dasar Pendidikan

Visi

Mencetak manusia yang muttafaqah fiddin untuk menjadi kader pemimpin umat/bangsa

Misi

Mendidik kader-kader umat dan bangsa yang ber-tafaqqah fiddin ; para ulama, zuama dan aghniya, cendekiawan muslim yang bertakwa, berakhlak mulia, berpengatahuan luas, jasmani yang sehat, terampil dan ulet.

Pola Dasar Pendidikan

Dalam upaya tercapainya pendidikan, Pesantren Darunnajah menerapkan pola dasar pendidikan yang meliputi :

Panca Jiwa adalah pendidikan yang ditanamkan kepada setiap santri untuk membentuk dan melandasi kepribadiannya ;

  1. Jiwa Keikhlasan
  2. Jiwa Kesederhanaan
  3. Jiwa Mandiri
  4. Jiwa Ukhuwah Islamiyah
  5. Jiwa Bebas Merdeka

Panca Binamerupakan arah pembinaan santri yang akan melahirkan sikap hidup yang nyata dalam langkah dan amaliah sehari-hari ;

  1. Bertaqwa kepada Allah SWT
  2. Berakhlak Mulia
  3. Berbadan Sehat
  4. Berwawasan Luas
  5. Kreatif dan Terampil

Panca Dharmaadalah bakti santri sebagai makhluk, anggota masyarakat dan warga negara, sehingga keberadaan santri tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain dan alam sekitarnya ;

  1. Ibadah
  2. Ilmu yang berguna di masyarakat
  3. Kader umat
  4. Dakwah Islamiyah
  5. Cinta tanah air dan berwawasan Nusantara

 

  1. SDM, Jaminan Kualitas Pendidikan dan Fasilitas Pesantren

Sumber Daya manusia (SDM)

Pondok Pesantren Darunnajah merupakan lembaga pendidikan ber-asrama, semua santri yang menuntut ilmu di lembaga ini diwajibkan untuk mukim atau menetap di dalam asrama dengan pengawasan 24 jam. Dengan pola pendidikan yang diterapkan, lembaga ini memerlukan sumber daya manusia yang tepat guna dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar maupun pengawasan para santri di lingkungan asrama.

Tenaga pengajar tersebut disyaratkan sehat jasmani dan rohani, memiliki jenjang pendidikan minimal berlatar belakang pondok pesantren ; yaitu alumni Pondok Pesantren Darunnajah atau Pondok Modern Darussalam Gontor. Dengan latar belakang yang dimilikinya, lembaga ini dapat memberikan standarisasi pelayanan dan standarisasi pola dasar pendidikan kepada para santri.

Pondok Pesantren Darunnajah juga melaksanakan penyegaran untuk selalu meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, baik berupa fasilitas pendidikan hingga tingkat kesarjanaan maupun dalam bentuk pelatihan jangka pendek atau berupa kunjungan ke lembaga-lembaga pendidikan lain guna memberikan masukan terhadap kemajuan lembaga pesantren.

PondokPesantren Darunnajah menganut sistem kepemimpinan kolektif, dimana pimpinan tertinggi dipegang oleh tiga orang sekaligus dengan pembagian kerja sesuai keahlian masing-masing personal. Kepengurusan pesantren dipegang oleh enambelas orang dengan perincian ; tiga orang pimpinan tertinggi, tiga orang asisten pimpinan, limaorang kepala biro dan lima orang kepala sekolah.

Secara keseluruhan jumlah dewan guru di Pondok PesantrenDarunnajah Satu di Jakarta, berjumlah 280 orangdengan perincian sebagai berikut:

  1. Guru Taman Kanak-Kanak berjumlah 10 orang dengan mayoritas berpendidikan S1
  2. Guru Sekolah Dasar berjumlah 57 orang dengan mayoritas berpendidikan S1
  3. Guru Madrasah Tsanawiyah berjumlah 113 orang dengan mayoritas berpendidikan S1
  4. Guru Madrasah Aliyah berjumlah berjumlah 63 orang dengan mayoritas berpendidikan S2
  5. Guru Sekolah Menengah Atas berjumlah 37 orang dengan mayoritas berpendidikan S2

Jaminan Kualitas Pendidikan

Pendidikan adalah program inti Pondok Pesantren Darunnajah yang tentu saja harus ditopang dan didukung dengan program-program lainnya. Pondok Pesantren Darunnajah menerapkan sistem pendidikan terpadu, dimana kekurangan sistem akan diisi dengan kelebihan sistem lainnya. Tiga sistem yang diterapkan adalah (1). Sistem Pondok Modern, (2). Sistem Madrasah, (3). Sistem Pesantren Salaf.

Pondok Pesantren Darunnajah lebih mengutamakan pendidikan daripada pengajaran, karena pendidikan tidak hanya mengasah daya fikir santri, tetapi lebih kepada pembentukan pribadi santri dalam seluruh hidupnya. Pendidikan di Pondok Pesantren Darunnajah lebih diarahkan kepada (1). Pendidikan kader-kader umat yang  mampu dan terampil di tengah-tengah masyarakatnya, (2). Pembinaan generasi muda yang mampu melanjutkan studinya sesuai dengan bakatnya dan kelak tetap berada di tengah masyarakat dengan menjunjung tinggi amar ma’ruf nahi munkar, (3). Beribadah dan mencari ilmu karena Allah SWT.

Untuk meningkatkan mutu di bidang pendidikan dan pengajaran, selalu diusahakan dengan mengadakan seleksi calon guru, pelatihan dan penataran untuk peningkatan mutu guru, mencontoh lembaga pendidikan lain yang sudah maju dan selalu menerima saran dari berbagai pihak.

 

Fasilitas Pesantren

Untuk memenuhi serta mendukung berbagai kegiatan, baik untuk kebutuhan belajar mengajar, kehidupan sehari-hari, kegiatan ekstra kurikuler, kenyamanan santri, guru, wali santri serta orang-orang yang tinggal di lingkungan pesantren, maka Pondok Pesantren Darunnajah dilengkapi fasilitas sebagai berikut :

1)      Fasilitas Ibadah

a)      Masjid Utama sebagai sentral kegiatan para santri, guru, wali santri serta orang-orang yang tinggal di lingkungan pesantren.

b)      Masjid Pusaka sebagai cikal bakal masjid utama dan digunakan untuk kegiatan pengajian majlis ta’lim masyarakat sekitar dan tempat pertemuan santri yang berkenaan dengan ibadah.

 

2)      Fasilitas Sekolah

a)      Ruang kelas ; yang terdiri dari ruang kelas Putra sebanyak 32 unit dan ruang kelas Putri sebanyak 45 unit kelas yang semuanya menggunakan pendingin ruangan (AC).

b)      Perpustakaan.

c)      Laboratorium ; yang terdiri dari 2 unit Laboratorium Bahasa (Arab dan Inggris), 3 unit Laboratorium MIPA (Biologi, Fisika, Kimia), dan 3 unit Laboratorium Komputer.

d)     Ruang Audio Visual ; yang dilengkapi dengan LCD proyektor dan ruangan kedap suara.

e)      Ruang BK ; sebagai tempat Bimbingan dan Konseling terhadap berbagai permasalahan santri.

f)       Ruang Career Center ; sebagai tempat para santri ber-konsultasi tentang kesempatan karir dan prospek belajar ke depan.

g)      Ruang kepala sekolah, ruang guru dan  ruang tata usaha sekolah.

3)      Fasilitas Asrama

a)      Gedung asrama ; yang terdiri dari 6 unit gedung asrama Putra dan 8 unit gedung asrama Putri. Masing-masing gedung terdiri antara 10 – 20 kamar

b)      Kantin ; terletak tersebar di beberapa lokasi pesantren

c)      Ruang makan ; masing-masing asrama terdapat ruang makan dan setiap santri wajib menjaga kebersihan dan ketertiban ruangan tersebut

4)      Fasilitas Pendukung

Berbagai fasilitas pendukung antara lain ; ruang pertemuan, Gedung Olah Raga (GOR), dapur umum, Mini Market, koperasi, lapangan olah raga, kolam renang indoor, bank, laundry, Tours & Travel, Production House, tabungan santri serta taman-taman yang tersebar di sekitar lingkungan pesantren.

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: