Pernah Digusur, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Kini Punya 11 Cabang

7 07 2014

Senin, 23/06/2014 14:46 WIB
Pernah Digusur, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Kini Punya 11 Cabang
Sukma Indah Permana – detikRamadan

(Foto: Darunnajah.com)
Jakarta – Cikal bakal Pondok Pesantren Darunnajah berawal dari sebuah Madrasah yang didirikan di Palmerah pada tahun 1942. Sejak berdiri hingga sekarang, pondok pesantren ini memiliki perjalanan sejarah yang berliku.

Menurut website resmi Pondok Pesantren Darunnajah yang dikutip Senin (23/6/2014), Madrasah Al-Islamiyah yang terletak di Petunduhan Palmerah ini mengalami penggusuran pada tahun 1959 untuk proyek perluasan komplek Perkampungan Olah Raga Sea Games. Untuk melanjutkan cita-cita sang pendiri, maka pada tahun 1960 didirikanlah Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Islam (YKMI) agar bisa mendirikan pondok pesantren di kawasan Ulujami, Pesanggrahan Jakarta Selatan.

Pada perkembangannya KH Abdul Manaf membangun gedung madrasah pada tahun 1961 di Petukangan bersama beberapa tokoh masyarakat, di antaranya Ustaz Abdillah Amin dan H Ghozali. Meski hingga tahun 1973 pesantren itu masih belum bisa dipindahkan di Ulujami, tapi tanah di kawasan itu masih bisa dipertahankan.

Pada tanggal 1 April 1974, dicobalah untuk ke sekian kalinya mendirikan Pesantren Darunnajah di Ulujami. Mula-mula pesantren ini hanya mengasuh 3 orang santri, sementara Tsanawiyah Petukangan dipindah ke Ulujami untuk meramaikannya. Baru pada tahun 1976, Madrasah Tsanawiyah Petukangan dibuka kembali dan secara berangsur.

Bangunan yang pertama didirikan adalah sebuah masjid berukuran 11×11 meter persegi dan beberapa asrama dengan bentuk bangunan yang sederhana. Para santri juga dilibatkan dalam pembangunan ini.

Pada masa ini, Pesantren Darunnajah menata pola kehidupan di dalam pondok pesantren. Empat tata kehidupan yaitu aktivitas santri dan kegiatan pesantren yang disesuaikan dengan jadwal salat, menggali dana dari pesantren sendiri untuk lebih mendiri, meningkatkan mutu pendidikan pengajaran dengan membentuk Lembaga Ilmu Alquran (LIQ), Lembaga Bahasa Arab dan Inggris dan Lembaga Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (LDPM), dan Beasiswa Ashabunnajah (kelompok santri penerima beasiswa selama belajar di Darunnajah) untuk kader-kader Darunnajah.

Hingga periode pengembangan yang terjadi pada 1987-1993, Darunnajah mulai melebarkan misi mengajarkan agama Islam dengan cita-cita membangun 100 pondok pesantren. Sampai tahun 2007, pesantren Darunnajah memiliki 11 cabang pesantren di berbagai tempat di antaranya Jakarta, Bogor, Serang, Bengkulu, Kalimantan Timur dengan luas aset tanah 318 hektar.

Pernah Digusur, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Kini Punya 11 Cabang mudah2han cabang ke 12 segera dibuka di jogja

http://ramadan.detik.com/read/2014/06/23/144614/2616477/1523/pernah-digusur-pondok-pesantren-darunnajah-jakarta-kini-punya-11-cabang


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: