Pondok Pesantren Darunnajah Wakaf Tanah Senilai 1,6 Triliun Untuk Pendidikan

26 11 2015

Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta telah mewakafkan tanah seluas 602 hektar senilai 1,6 Triliun untuk pendidikan. “Kami mengharapkan rido Allah SWT dari Wakaf ini, kini Pondok Pesantren Darunnajah adalah milik umat Islam, ini juga amanat dari Alm. KH. Abdul Manaf Mukhayyar sebagai wakif dan pendiri pondok pesantren Darunnajah” ungkap K.H. Saifuddin Arief, S.H., M.H., Ketua Yayasan Darunnajah di Pesantren Darunnajah, Ulujami Raya, Pesanggrahan 86, Jakarta (26/11/05).

Menurut KH. Saifuddin Arief (67 th), wakaf ini menjadi bagian terpenting kepeloporan Darunnajah dalam berpartisipasi aktif mensejahterahkan umat Islam dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini sesuai dengan tema syukuran 54 tahun Darunnajah “Dari Santri Untuk Bangsa”. Diharapkan masyarakat memahami pentingnya wakaf dan operasionalisasi wakaf produktif.  “Alhamdulillah ini sudah dirapatkan, dan menjadi keputusan bersama, semua ikhlas dan bahagia dengan keputusan ini”, lanjut KH. Saifuddin Arief.

 

Sementara itu Pendiri dan juga Pimpinan Ponpes Darunnajah, KH. Mahrus Amin menyampaikan bahwa Pesantren telah ada sebelum Indonesia berdiri, semangatnya ketika itu adalah memberi untuk Indonesia, bukan meminta. “Nah, bagi Pesantren yang berdiri setelah Indonesia merdeka, semangat ini tidak boleh hilang. Pesantren harus terus bekerja dan berfikir apa yang bisa diberikan untuk kemajuan Indonesia”, jelasnya.

 

Acara pendantanganan Piagam Wakaf ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 28 November 2015, di Kampus Pondok Pesantren Darunnajah, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan 86, Jakarta. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan hadir dalam acara bersejarah ini. “Insya Allah Pak Lukman Hakim Saifuddin hadir, sejauh ini beliau konfirm bisa, semoga tidak ada halangan”

 

Tahun 2015, aset tanah wakaf Darunnajah mencapai 677,5 hektar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti di Riau, Kalimantan, Bandung, Jakarta, Bogor, Banten, Lampung, Bengkulu,  dll. Selain tanah, Darunnajah memiliki berbagai macam aset wakaf seperti lembaga pendidikan, bangunan, perkebunan, pertanian, dan lain sebagainya. Aset wakaf tersebut memerlukan manajemen pengelolaan yang baik agar menjadi produktif.

 

Konsep pengelolaan wakaf Pesantren Darunnajah mengacu pada tujuan hukum Islam (maqashid al-Syari’ah) yaitu mewujudkan kemaslahatan dan menghindarkan madharat. Wakaf bertujuan mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan bantuan kemanusiaan yang dilembagakan agar dapat memberikan manfaat yang optimal dan berkelanjutan. Wakaf dapat berupa benda tidak bergerak, benda bergerak, uang dan jasa.

 

Sebagai pondok pesantren yang mandiri, Darunnajah juga memiliki Unit-unit usaha ekonomi Yayasan Darunnajah yang dijalankan dengan prinsip swakelola, yang berarti bahwa semua usaha berasal dari dana yayasan Darunnajah. Hasil dari pengelolaan unit-unit usaha ekonomi tersebut digunakan untuk mengembangkan pesantren, yaitu untuk mengembangkan kegiatan pendidikan, pembelajaran, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) terutama kader-kader pesantren yang telah siap berjuang secara langsung di Pondok Pesantren Darunnajah dan cabang-cabangnya.

 

Hasil usaha tidak dibagi-bagi kepada pengurus dan pengelola Yayasan Darunnajah, sehingga mereka tetap bersikap ‘iffah yaitu menjaga diri untuk tidak mengambil hak-hak dari Pondok, atau kalau terpaksa menerima sekadar ghurfatan biyadihi atau hanya seceduk tangan saja.

 

Kini Pesantren-pesantren Darunnajah kini sudah menyebar tidak hanya di Ulujami, Jakarta Selatan (Darunnajah Pusat). Ada juga di Cipining Bogor (Darunnajah 2), Serang Banten (Darunnajah 3 Al-mansur), Padarincang Serang (Darunnajah 4 Tsurayya), Cikeusik (Annahl Darunnajah 5), Mukomuko Bengkulu (Annakhil Darunnajah 6), Nunukan Kalimantan timur  (Jaziratunnajah Darunnajah 7), Cidokom Parung Bogor (Annur Darunnajah 8), Pamulang Tangerang Selatan (Al Hasanah-Darunnajah 9), Pesanggrahan Jakarta Selatan (Daud Ali – Darunnajah 10), Seluma Bengkulu (Al Barokah- Darunnajah 11), Dumai Riau (Al-Barokah, Darunnajah 12), Cidokom Parung (Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Rabi’ul Qulub Darunnajah 13), Pabuaran, Serang-Banten (Nurul Ilmi, Darunnajah 14), Teluk Sagara Bengkulu (Pesantren Tahfidz Quran Muhammad Amin-Darunnajah 15), Lampung (Darunnnajah 16), dan di Serang (Darunnajah 17).

 

Darunnajah juga memiliki lembaga pendidikan dari TK hingga perguruan tinggi. “Yang membuat Darunnajah bisa berkembang adalah ruh keihklasan, kerja keras para Kyai dan guru serta doa dari segenap masyarakat Indonesia”, tutup K.H. Saifuddin Arief.

 

Demikian rilis ini disampaikan, terima kasih kami haturkan atas kerjasamanya.

 

Jakarta, 26 November 2015.

 

Hormat kami,

 

 

Humas Panitia Kesyukuran 54 Tahun Darunnajah “Dari Santri Untuk Bangsa” dan Penandatangan Piagam Wakaf Tanah dan Bangunan Ke-2 Seluas 602 Hektar.


Actions

Information

One response

28 11 2015
Hopiandy Suryana

Semoga Darunajah selalu dilimpahkan ridho dan para pendiri dan pengurusnya dilimpahkan kebahagiaan yang pada akhirnya menjadi sumbangsih membangun bangsa.. Salam hormat dari saya, hopiandy, rawa kemiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: