Ingin sukses ?

28 07 2008

Bismillahirrahmanirrahim

Tentunya, setiap orang ingin sukses, ingin memiliki jenjang yang menjanjikan masa depan cerah. Sehat, Banyak rizki, banyak teman, disenangi orang dan seterusnya.  Untuk itu sangat dibutuhkan usaha dan pengorbanan yg cukup besar. Berikut catatan kecil yang mungkin bisa menjadi masukan :
1. Berdedikasi tinggi
Daya juang, dedikasi, usahakan dengn disiplin tinggi dan menonkol di bidang yang anda geluti
2. Berinisiatip. Lontarkan ide, selesaikan tugas, kerjasama d komunikasi dgn semua pihak.
3. Menambah ilmu dan pengalaman. Tingkatkan kepercayaan diri dgn memperbanyak ilmu dan pengalaman.
4. Tidak gagap teknologi. Di zaman yg serba canggih, ada baiknya anda kuasai teknologi internet. Penggunaan software
5. Jalin kerjasama dengan unit unit terkait. Pekerjaan kita pasti terkait dengan orang lain, tunjukkan sikap bersahabat, menghargai bantuan a karya orang lain. Hub komunikasi bawahan d atasan. Jangan LUPA ucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasama mereka.
6. Selalu menjaga SIKAP.. Penampilan diri, KESOPANAN dalam tutur kata. Sesuaikan pakaian dgn budaya yg ada. SElalu tunjukkan sikap ramah, tersenyum d sopan.. Jangan angkuh, mentang-mentang.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

 




Coba, dan Coba

17 07 2008

Bangunlah ketertarikan untuk menjadikan yang tadinya dianggap tidak mungkin, cobalah menjadi mungkin. Reputasi sebagai pemungkin adalah reputasi terkuat di muka bumi.

Subahanallah.ربنا ما خلقت هذا باطلا

 

  





Militan

1 04 2008

Militant; force or strong pressure to achieve your aims, aspecially to achieve social or political change.  Dalam Kamus Bahasa Indonesia berarti : Bersemangat tinggi, penuh gairah; berhaluan keras; Militansi berarti ketangguhan dalam berjuang menghadapi kesulitan.Salah satu tujuan pendidikan adalah meningkatkan militansi artinya ketangguhan dalam menghadapi masalah-masalah dikemudian hari. Dalam satu diskusi, pelajar yang militan memiliki ciri-ciri keseharian :·         Bersemangat tinggi·         Group feeling·         Idealis·         Tidak malu bekerja·         Willingness tinggi·         Tanggap·         Proaktif/tidak menunggu/tidak pasif/bergerak sendiri·         Pantang menyerah·         Loyal/dedikasi tinggi·         Tekun beribadah·         Memiliki komitmen dan konsisten·         Disiplin yang tinggi·         Amanah·         Ikhlas yang tinggi·         Tawadhu·         Sabar·         Selalu siap·         PD / self confindence·         Lincah / tinggi mobilitas·         Berani·         Komunikatif·         Biasa memimpin·         Kreatif / inovatif·         Punya inisiatif / pertimbangan sendiri·         Dinamis / selalu berkembang / tidak statis·         Social / empati·         Simpati / pedulu·         Dermawan·         Wibawa (karna hasil dan proses)·         Jujur·         Bersih·         Wajar dan tidak dibuat-buat·         AdilApakah antum punya tambahan, tafaddol u ditambahkan. Syukron





Para Syuhada tidak mau masuk sorga…

24 02 2008

Dalam agama Islam, seorang muslim harus meyakini tentang kehidupan setelah kehidupan di dunia ini… yakni kehidupan akhirat.

Semua manusia akan dihitung / dihisab tentang apa yang mereka lakukan di dunia ini. Yang sering melakukan kejahatan, kemaksiatan, pembohong, penghianat dan saudara-saudaranya, tentu akan masuk ke Neraka, mereka akan disiksa seusai dengan perbuatan di dunia ini. 

Yang sering melakukan kebaikan, kebajikan, amal-amal yang baik, ibadahnya tekun, sering bersodaqoh tentu akan ditempatkan terhormat, SORGA.  Yang dilukiskan dalam Kitab Suci Al-Qur’an, tempat yang lebih indah dari tempat terindah seperti Istana di dunia ini… 

Antar lain yang masuk sorga para Syuhada, para Darmawan, para Ulama…Alkisah, mereka digiring ke tempat untuk masuk sorga, para malaikat mempersilahkan mereka untuk melewati jalan yang bagus dan indah… Sampailah pada lokasi dimana pintu sorga terbuka, namun mereka berhenti tidak melanjutkan dan tidak masuk pintu tersebut….  

Malaikat-malaikat mempersilahkan dan memaksa para syuhada, darmawan dan ulama untuk langsung masuk …. Namun mereka menjawab “kami malu untuk masuk ke sorga”, tercenganlah para malaikat… “kenapa ….?” Tanyanya…. 

“Kami malu untuk masuk sorga terlebih dahulu, sebelum para GURU masuk sorga … Kami menjadi syuhada karma memang kami diajarkan oleh guru, kami jadi darmawan memang kami diajarkan dan dinasehati oleh para guru, dan kami menjadi ulama karma kami mematuhi ajaran dan mengamalkan ilmu-ilmu para guru…. 

Semoga guru yang ikhlas, mendapatkan devisa di akhirat nanti…karma mereka telah berjuang, bergulat dan menekuni para murid-muridnya…. 

tafaddol masuk duluan ya ustadzi…” 

*cerita Prof Qomaruddin Hidayat saat pelantikan guru agama professional 22 februari 2008 di auditorium UIN Jakarta  





Asbabunnuzul

17 02 2008

 Asbabunnuzul, bisa diartikan alasan…

Saat saya sekolah di tingkat SLTP, berkesempatan mengenyam pendidikan di Pesantren “Pondok Modern Gontor”, tidak lama hanya 12 tahun, 3 bulan 26 hari.

Suatu saat, masuk seorang ustadza/guru, tinggi, brewok, ia seorang ustadz senior. duduk di bangku yang lebih tinggi dari para santrinya. Setelah memberikan salam, beliau membaca absen, satu persatu… dan menanyakan “asbabunnuzul” nama para santri. Kontan pada bingung, ada yang faham, dan mayoritas tidak faham; kenapa sang Ayah/Ibu memberi nama…

Teman disamping saya bernama “Martin Lueter”, lalu ditanya kenapa kamu dinamakan “Martin Lueter ?” ia jawab, dulu bapak saya ingin saya jadi orang baik ustadz… kontan sang Ust. terperangah, baik gimana ? La wong, Martin Lueter itu pembunuh ? …. “bukan martin pembunuh itu ust…., tapi ayah saya kagum dengan seorang tetangga yang sangat baik, namanya MARTIN LUETER…. wah ini salah siapa, kata Ust. Subakir… 

Pas kena nama saya… saya tidak tahu, kenapa Ayah saya menamakan Sofwan Manaf, maka 2/3 dari kelas itu menerima PR untuk mencaritahu kenapa ia lakoni seperti itu… Setelah bertanya ke Orang Tua, beliau menginginkan saya memiliki pendirian yang teguh dan baik, sebagaimana tafsir Ayah Qur’an….

Maka coba caritahu kenapa anda dinama seperti nama anda sekarang ini …..

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لاَّ يَقْدِرُونَ

 عَلَى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُواْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (264)





Nikmatnya perjuangan ….

16 02 2008

Hari ini sabtu 16/2/08 Pesantren Darunnajah mengadakan manasik haji bagi masyarakat, banyak yang ikut, ramai dan rapi… saya terharu… Terharu bukannya karma acara itu ramai, terharu mengenang perjuangan memahami kepala sekolah tentang acara ini 8 tahun yang lalu, terharu bahwa ternyata acara ini diminati masyarakat… Darunnajah membina dan membangun masyarakat. Apalagi jika ingat, bahwa kegiatan ini ditentang oleh Departemen Agama Wilayah… Dari data lembaga, bahwa mulai 2003 hingga saat ini telah ikut: 13,046 kader-kader ummat  Nikmatnya sebuah perjuangan… Selengkapnya bisa lihat di http://www.darunnajah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=408&Itemid=1





فاختبرالناس بالمال

15 02 2008

فاختبرالناس بالمال, atau Fakhtabirinnasa bil maali, memiliki arti ujilah manusia dengan uang…

Kyai Imam Zarkasyi, adalah salah satu kyai saya yang saya kagumi, banyak filsafat yang ia berikan kepada murid-muridnya. Alhamdulillah sempat mengenyam 6 tahun melalui pidato-pidato beliau.

Salah satunya, sering sang kyai mengemukakan bagaimana sikap seorang santri terhadap lingkungannya. Ia sering mengemukakan hadis (tapi hingga kini saya belum dapat rowahunya), “Shalat itu biasa, Puasa itu bisa dirasakan sebagai beban, tapi untuk menguji manusia, ujilah dengan uang”.

Uang…. memang semua memerlukan, semua ingin memperoleh, tapi sulit untuk dikemukakan…

Dari segi pengalaman saya selama 13 tahun bergelut di organisasi nirlaba seperti Pondok Pesantren, memang… yang satu ini merupakan ukuran terhadap diri manusia itu sendiri…. kata orang betawi “dia matre ga…”