Istriku Alergi…

22 11 2008

Curhatnya istri yang sedang di RSPI, semoga cepat sembuh… do’a dari anak2 manis; Rifdy di Gontor, Yusna di Darunnajah, Faaz di SD, Ojan di TK dan De Ipam… mama sembuuh yaaaa…

Pagi yang cerah, udara Jakarta tersenyum menyapa. Sayangnya, saya hanya mampu menikmati cerahnya pagi ini dari sebuah sudut kamar 3302 RS Pondok Indah Jakarta, dengan jarum infus menempel d tangan kiri yang menghubungkan obat infus ‘segede karung’ imported dari Negeri Sakura.

Merupakan suatu kebetulan bahwa obat infus saya import dari Jepang, secara saya baru beberapa hari mendarat dari negara tersebut.

Tulisan ini merupakan “curhatan” sehubungan dengan kondisi saya yang kurang bagus akhir-akhir ini. Sekaligus, merupakan klarifikasi bahwa sakit saya semata2 hanyak Takdir Allah yang kebetulan di derita ketika saya sedang bertugas d negara orang (Jepang).

Sebagai manusia, ada perasaan kurang nyaman ketika melakukan hal kurang baik. Menurut saya, sakit yang saya derita ketika mengunjungi negara Jepang, sangatlah mengganggu bagi sebagian pihak, terutama pihak penyelenggara. I apologize to Pak Sano (“sahabat Jepang saya”) about this condition that make everybody confuse about myself. Please forgive me.

Seminggu sebelum keberangkatan ke Jepang, saya menderita Flu (batuk dan pilek). Sebenarnya ini merupakan sakit yang sangat biasa yang sering saya derita apalagi mengingat kondisi cuaca d Jakarta pada saat itu memasuki musim pancaroba.

Karena saya mau segera sembuh, saya pun minta kepada dokter pribadi (di suatu RS Internasional d daerah Bintaro), agar memberikan obat yang bagus supaya saya sudah fit sebelum berangkat ke Jepang. Dan beliau pun memberikan saya obat flu (dengan kandungan CTM 2mg), antibiotik (Zistic) dan vit C.

Keesokan harinya, setelah mengkonsumsi obat2an tsb, ketika bangun pagi, saya merasakan mual yang luar biasa, ulu hati seperti ditusuk dan badan gemetar. Saya pun kembali ke RS utk bertemu dokter. Kesimpulan nya, lambung saya tidak kuat menerima antibiotik jenis Zistic yang d gabung dengan Vit C.

Dokter mengganti antibiotik dengan merk Bactrim (dengan kandungan Sulfa) dan obat magh merk Rantin. Tapi, walaupun obat sdh d ganti, saya belum merasa nyaman.

Sampai disini, saya belum sadar sebenarnya Allah berkuasa terhadap setiap makhlukNya. Allah menciptakan manusia agar selalu belajar dan menggali potensi diri supaya dapat mencari dan mendalami ilmu Allah yang sangat luas.

Seharusnya, saya bisa bertanya kepada dokter, apa penyebab saya tidak kuat terhadap obat ini dan itu. Dan mengapa saya harus diberi obat ini dan itu dan apa saja kandungannya, apakah akan menimbulkan reaksi yang sama dengan obat sebelumnya bla bla bla… Saya tidak peduli dengan Kuasa Tuhan.

Ketika briefing d Kedubes Jepang maupun dinner d rmh Bapak Dubes Jepang, saya hanya memandangi lezatnya Tempura dan Sushi yang dihidangkan. Saya sangat ingin menikmatinya, tapi kondisi lambung saya belum memungkinkan utk mencoba makanan lezat tersebut. I love Japanese food.

Dan ketika waktu keberangkatan, sebenarnya dalam diri saya sudah menyebar “racun” yang berbahaya. Yaitu alergi terhadap zat sulfa yang dibawa oleh obat ber merk Bactrim itu.

Ketika d pesawat menuju Narita, badan saya terasa sangat panas dan gatal. AC pesawat tidak berasa sama sekali. Apalagi saat mendarat d Narita, saya sangat2 tdk nyaman. Sekali lagi, BUKAN KARENA JEPANG nya, tapi karena racun d tubuh saya sudah mulai menyebar.

Malam hari ketika hendak makan malam, kondisi saya sudah seperti “tokek kesiangan”, badan saya dipenuhi bentol-bentol yang sangat ekstrim. Dan saya pun dilarikan ke RS di kota Tokyo. Dokter setempat menyimpulkan bahwa saya keracunan obat dan mereka segera menyita obat2an saya tersebut. Saya di infus, di suntik, di ambil darah dll. Saya pasrah…. Tapi, dokter tdk bisa menyimpulkan obat apa penyebabnya, mengingat komposisi obat tdk tertera di bungkus nya.

Sehari setelah infus, kondisi saya masih tidak lebih baik. Gatal2 masih terus ada sehingga saya tidak nyaman. Dokter d Tokyo TDK MEMBERI OBAT ORAL sama sekali. Mrka hanya memberi obat oles yang hanya cukup utk 2 hari.

Selama kegiatan d Jepang, setiap malam saya tidak bisa tidur dikarenakan gatal yang menimpa saya tidak kunjung henti. Akhirnya, pada keesokan harinya saya tidak bisa maksimal untuk mengikuti kegiatan karena ngantuk. Saya pun memastikan ke semua orang bahwa ketika saya stay d Inggris dan menghadapi salju, kondisi saya tidak sampai begini. Berarti, saat di Jepang ini, ada satu hal yang tidak beres menimpa saya. Tidak mungkin karena cuaca. Dan makanan pun saya sangat hati2 sekali. Saat itu saya tidak sadar bahwa zat sulfa sudah mendominasi tubuh saya.

Beberapa hari kemudian, sendi-sendi saya tidak bisa digerakkan sehingga saya tampak seperti robot. Jalan tegak lurus. Kondisi saya semakin parah dan diperparah dengan saya tidak bisa menerima makanan apapun. Saya pun ambruk kembali, dan d infus di Nara City Hospital. Kesimpulannya, saya terlalu capai karena tiap malam tdk bisa tidur dan kegiatan sehari2 sangatlah padat.

Apabila kondisi saya lebih buruk dari di Tokyo, dokter menyarankan agar saya secepatnya kembali ke Jakarta. This, Pak Sano sahabat Jepang saya, tampak seperti kebingungan tapi tetap tenang, dan saya merasakan panik yang luar biasa. Sekali lagi, sumimasen Sano san… You are the best deh pokoknya bisa sabar gitu!!!…

Sesampainya di Jakarta, karena kondisi semakin memburuk, termasuk tulang2 saya tidak bisa d gerakkan, akhirnya suami saya memutuskan utk segera menemui Prof. Karnaen, ahli Alergi dan Imunologi d RS Pondok Indah Jakarta. Setelah saya menceritakan kronologinya, sang professor pun menggeleng2kan kepala dan comment : this is unusual case… Sedikit lagi alergi akan menyerang pembuluh darah!!! dan alergi ini disebarluaskan oleh zat sulfa dari obat ber merk Bactrim…

Iiih, wlpn saya gag ngerti apa yang akan terjadi, tapi pernyataan professor tsb membuat bulu kuduk saya merinding…

Akhirnya, kamar 3302 RS Pondok Indah menjadi saksi sekaligus menjadi tujuan akhir kisah petualangan alergi yang saya derita.

Sabar dalam menerima musibah, akan meringankan penderitaan dan bisa menghapus dosa seseorang pada Tuhan…

Kepada sahabat Jepang saya : Pak Atsushi Sano, saya memohon maaf yang sebesar2nya atas kejadian yang menimpa saya sehingga merepotkan banyak pihak terutama pihak Kedubes Jepang d Jakarta dan beberapa pihak di Jepang. Sampaikan permohonan maaf saya atas semua ketidak nyamanan ini. Dan saya berjanji akan berbuat yang terbaik guna berlangsungnya program ini.

Regards
Mbakyucantik
www.mbakyucantik.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Advertisements




Motivasi Juni

5 06 2008

Assalamualaikum…

Semoga tulisan ini berarti bagi yang membacanya…

  1. Masa depan yang cerah, bukanlah masa depan yang terjamin, karna masa depan menjanjikan ketidakpastian. so… Masa depan yang cerah adalah masa depan yang penuh pilihan.
  2. Rasa “ENGGAN”, adalah kekuatan yang amat besar, baik untuk mencapai keberhasilan atau menyebabkan kegagalan. Maka ENGGANLAH terlibat dalam hal yang tidak menghasilkan.
  3. Bila anda meblum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat.
  4. Ada yang berangkat bekerja untuk meraih keberhasilan. Tapi ada yang berangkat agar tidak terlambat, agar tidak dimarahi, atau agar kelihatan ada/absensi. ANDA ? APAKALAH ALASAN ANDA ?
  5. Apakah anda sedang menunggu pekerjaan yang lebih baik, sebelum anda bkerja sungguh-sungguh ? Apakah pekerjaan baik pantas bagi dia yang tidak sungguh-sunggu ?
  6. Bekerjalah seperti antum tidak mungkin gagal. Jangan tolak anjuran itu, karena ia lebih baik daripada bekerja seperti tidak ada kemungkinan untuk berhasil.
  7. Jangan menunggu hari perhitungan (Yaumul hisab), karna perhitungan penentuan kualitas hidup sudah terjadi setiap hari. Sikap, pikiran, tindakan anda selalu diperhitungkan.
  8. Semua kesempatan untuk berhasil, ditemani oleh kemungkinan gagal. Bila anda tidak mencoba, anda akan sama gagalnya dengan orang yang mencoba dan kemudian gagal.
  9. Jangan berharap menerima lebih banyak dari yang diberikan, dan jangan pernah bekerja lebih sedikit dari yang bisa dikerjakan. Itulah kunci pembuka pintu kesejahteraan.
  10. Bila anda mengihindari sebuah pekerjaan, karena anda hanya bisa melakukan yang kecil-kecil; sadarilah bahwa semua rencana besar harus dimulai dari yang kecil-kecil.

Wallahju a’lam bissowab..

 





Para Syuhada tidak mau masuk sorga…

24 02 2008

Dalam agama Islam, seorang muslim harus meyakini tentang kehidupan setelah kehidupan di dunia ini… yakni kehidupan akhirat.

Semua manusia akan dihitung / dihisab tentang apa yang mereka lakukan di dunia ini. Yang sering melakukan kejahatan, kemaksiatan, pembohong, penghianat dan saudara-saudaranya, tentu akan masuk ke Neraka, mereka akan disiksa seusai dengan perbuatan di dunia ini. 

Yang sering melakukan kebaikan, kebajikan, amal-amal yang baik, ibadahnya tekun, sering bersodaqoh tentu akan ditempatkan terhormat, SORGA.  Yang dilukiskan dalam Kitab Suci Al-Qur’an, tempat yang lebih indah dari tempat terindah seperti Istana di dunia ini… 

Antar lain yang masuk sorga para Syuhada, para Darmawan, para Ulama…Alkisah, mereka digiring ke tempat untuk masuk sorga, para malaikat mempersilahkan mereka untuk melewati jalan yang bagus dan indah… Sampailah pada lokasi dimana pintu sorga terbuka, namun mereka berhenti tidak melanjutkan dan tidak masuk pintu tersebut….  

Malaikat-malaikat mempersilahkan dan memaksa para syuhada, darmawan dan ulama untuk langsung masuk …. Namun mereka menjawab “kami malu untuk masuk ke sorga”, tercenganlah para malaikat… “kenapa ….?” Tanyanya…. 

“Kami malu untuk masuk sorga terlebih dahulu, sebelum para GURU masuk sorga … Kami menjadi syuhada karma memang kami diajarkan oleh guru, kami jadi darmawan memang kami diajarkan dan dinasehati oleh para guru, dan kami menjadi ulama karma kami mematuhi ajaran dan mengamalkan ilmu-ilmu para guru…. 

Semoga guru yang ikhlas, mendapatkan devisa di akhirat nanti…karma mereka telah berjuang, bergulat dan menekuni para murid-muridnya…. 

tafaddol masuk duluan ya ustadzi…” 

*cerita Prof Qomaruddin Hidayat saat pelantikan guru agama professional 22 februari 2008 di auditorium UIN Jakarta  





“ini Bapakmu nak…”

6 02 2008

 Ucapan “Bapakmu….” Sering kita dengar, konotasi ucapan itu kurang enak didengar… dalam bahasa Indonesia, ucapan itu berarti penekanan kepada lawan bicara bahwa sang pengucap tidak setuju dengan apa yang digagasnya… namun jika ditambah dengan “ini Bapakmu ..”memiliki arti ucapan yang mengenaskan… biasanya itu diucapkan oleh seorang ayah… 

Kemarin sore, saat berleha-leha dengan anak-anak, saya coba-coba cari channel TV yang baik, enak dilihat, baik didengar. Eh..ketemu sinetron kisah tentang kehidupan masyarakat…, dalam episode itu dikisahkan bahwa Cen sang anak meminta persetujuan Orang Tua untuk menikah. Namun saying, sang ayah tidak setuju. Yang terjadi perdebatan, hingga sang anak ‘Cen’ bekata “ya sudah, kalau bapak tidak setuju, saya akan nikah dan keluar dari rumah ini…titik” Sang ayah menjawab “ ini Bapakmu nak.. namun Cen tetap keluar rumah dengan sekeras-kerasnya menutup pintu di hadapan sang Ayah.

 

Pernak-pernik itu sering kita temukan di tengah masyarakat, banyak anak-anak tidak memahami agama… Padahal dalam nasehat ulama sering kita dengan أنت و مالك لأبيك Artinya, apa yang ada di kamu, apa yang engkau punya adalah milik orang tua… Juga selain itu, Ulama mengatakan bahwa kewajiban orang tua ada 3: Memberi nama yang baik, memberi pendidikan yang terbaik dan menikahkan (wanita/pria).

 Semoga kita dapat memfilter nasehat-nasehat sutradara yang tidak faham budaya dan agama…. amin





Apa yang ada lebih baik; بيت أبيك خير من بيتك

3 02 2008

“بيت أبيك خير من بيتك” Baitu Abii khoirun min baitika… kata-kata ini cuplikan dari kisah buku dalam pelajaran Bahasa Arab, kalau santri Insya Allah faham dengan istilah itu dalam buku “Mutholaah”.

Banyak kisah-kisah harian dalam perjalanan keluarga di lingkungan saya… tentunya anda juga… Selaku orang tua yang sudah momong 5 putra dan putri atas karunia wanita tercinta… tentu banyak hal yang harus dilakukan untuk dapat lebih banyak memberi kepada anggota keluarga…baik isti dan anak-anak… Apalagi hidup di Ibu Kota seperti Jakarta, banyak peluang untuk berbuat kebaikan namun juga banyak menuai ke”ngirian”, ke”dengkian” hingga ke”maksiatan”…

Sering saya jalan dengan anak-anak yang masih berumur 12,11,7,4 dan 2 tahun tentunya semuanya anak manis… saya selalu berusaha untuk menyayangi mereka, mendidik anak-anak adalah kewajiban dalam agama khususnya Islam. Dalam perjalanan banyak yang mereka lihat dan mereka rasakan… utamanya melihat pola kehidupan Jakarta yang konsumerisme… bermegahan… Sedang enak-enaknya… anak saya Faaza nyeletuk ” wah.. pa… lihat tu.. mobilnya hebat lebih bagus dari mobil papa….”, serentak adik, kakak dan mamanya kaget… kakak nya langsung jawab “de… baitu abi.. khoirun min baitik”…. sang adik tanya… apa artinya mas rifdy ..? ” ya… apa yang kita punya itu lebih baik dari apa yang kita tidak punya….” saya terenyuh juga mendengar… karna nasehat sang ayah sudah masuk dan dijiwai oleh sang anak… Begitu bahagianya jadi ayah yang bisa “dipanuti” … do’a semoga kita juga dapat digugu dan ditiru dengan kehidupan yang baik untuk masa depan bangsa yang dimulai dari keluarga….