Asbabunnuzul

17 02 2008

 Asbabunnuzul, bisa diartikan alasan…

Saat saya sekolah di tingkat SLTP, berkesempatan mengenyam pendidikan di Pesantren “Pondok Modern Gontor”, tidak lama hanya 12 tahun, 3 bulan 26 hari.

Suatu saat, masuk seorang ustadza/guru, tinggi, brewok, ia seorang ustadz senior. duduk di bangku yang lebih tinggi dari para santrinya. Setelah memberikan salam, beliau membaca absen, satu persatu… dan menanyakan “asbabunnuzul” nama para santri. Kontan pada bingung, ada yang faham, dan mayoritas tidak faham; kenapa sang Ayah/Ibu memberi nama…

Teman disamping saya bernama “Martin Lueter”, lalu ditanya kenapa kamu dinamakan “Martin Lueter ?” ia jawab, dulu bapak saya ingin saya jadi orang baik ustadz… kontan sang Ust. terperangah, baik gimana ? La wong, Martin Lueter itu pembunuh ? …. “bukan martin pembunuh itu ust…., tapi ayah saya kagum dengan seorang tetangga yang sangat baik, namanya MARTIN LUETER…. wah ini salah siapa, kata Ust. Subakir… 

Pas kena nama saya… saya tidak tahu, kenapa Ayah saya menamakan Sofwan Manaf, maka 2/3 dari kelas itu menerima PR untuk mencaritahu kenapa ia lakoni seperti itu… Setelah bertanya ke Orang Tua, beliau menginginkan saya memiliki pendirian yang teguh dan baik, sebagaimana tafsir Ayah Qur’an….

Maka coba caritahu kenapa anda dinama seperti nama anda sekarang ini …..

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لاَّ يَقْدِرُونَ

 عَلَى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُواْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (264)