1436 Hijriah

24 10 2014

Assalamualikum,kepada saudaraku  para ikhwan dan Akhwat  hari ini  jum’at 24-10-2014 adalah hari terakhir dari bulan Dzulhijjah 1435 H, dan awal tahun masuknya tahun 1436 H.
Yuk kita isi dgn bermuhasabah & membaca doa akhir tahun dan awal tahunnya sendiri/berjamaah, Juga sebagai bukti kita bangga dengan pergantian tahun baru agama kita sendiri dn memperingati hijrah Rasulullah صلى الله عليه و سلم 

DOA AKHIR TAHUN dibaca sebelum adzan maghrib dan awal tahun dibaca setelah maghrib.

DOA AKHIR TAHUN :

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَّتِكَ ، فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ . وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ ، فَأَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .

DOA AWAL TAHUN :

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَآئِهِ وَجُنُوْدِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّـارَةُ بِالسُّوْءِ وَاْلإِسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصَحْابِهِ وَسَلَّمَ





311 Ekor Hewan

6 10 2014

Update informasi: 311 ekor hewan

JAKARTA/dn.com – Selasa, 15 Oktober 2013, bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1434 H, merupakan hari Raya ummat Islam diseluruh dunia, yaitu hari Raya Idul Adha, atau sering disebut dengan Hari Raya Qurban. Seiring dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang sentiasa mencurahkan kasih sayang dan nikmatnya kepada kita semua baik nikmat iman maupun nikmat Islam.

Alhamdulilah Ponpes Darunnajah di percaya oleh masyarkat untuk menerima dan menyalurkan hewan qurban dengan jumlah 311 ekor hewan. kepanitian itu dari Darunnajah 1 sampai dengan Darunnajah 14. jumlah hewan qurban yang di terima panitia Qurban adalah 288 kambing, 20 ekor sapi dan 3 ekor kerbau, yang disalurkan kepada para mustahiknya.

Perolehan Hewan Kurban Darunnajah Pusat dan Cabang

Data murni ke Darunnajah yg dituju, tidak termasuk distribusi dari Darunnajah ke Darunnajah
TOTAL: Sapi: 20, Kerbau: 3, Kambing: 288.
RINCIAN:
1. DN-1 Sapi: 7 ekor, Kerbau: 1 ekor, Kambing: 112 ekor
2. DN-2 Sapi: 6 ekor, Kerbau: 2 ekor, Kambing: 121 ekor
3. DN-3 Kambing: 6 ekor, Kerbau: 1 ekor (dari DN 1), Sapi: 1 ekor (dari DN 1), Kambing: 2 ekor (dari DN 2)
4. DN-4 Kambing: 1 ekor (dari TK DN1) Kambing: 1 ekor (dari DN2)
5. DN-5: Sapi: 1 ekor, Kambing: 10 ekor
6. DN 6 Sapi: 1 ekor, Kambing: 3 ekor
7. DN 8 Sapi: 2 ekor, Kambing: 12 ekor
8. DN 9 Sapi: 3 ekor, Kambing: 6 ekor
9. DN 10 Kambing: 4 ekor
10. DN 11+15: Kambing: 1 ekor (Dari SD DN1)
11. DN 14 Kambing: 14 ekor





Pengurusan Berkas Belajar Ke Madinah

29 09 2014

SyurfahMadinah

Banyak yang bertanya, “Kenapa proses
pengurusan berkas mahasiswa ke Madinah
begitu lama?”

Diantara jawabannya:

1. Mayoritas berkas [ijazah, nilai, akta, skck,
dan rekomendasi kemenag] belum di
terjemahkan.
a. silahkan hitung jika rata-rata per orang 5
berkas x 158 orang = 790 berkas
b. asumsikan bahwa di penerjemah bukan
hanya mahasiswa yang akan ke madinah, tapi
juga ke negara lain di Timur Tengah dan negara
lain.
c. yang menerjemah juga bukan hanya calon
mahasiswa, tapi juga yang mau kerja.

2. Proses legalisasi Deplu dan dephumkan
untuk ijazah dan akta, sama seperti point 1.b
dan 1.c

3. Proses Legalisasi kedutaan saudi untuk
ijazah dan akta: salah satu berkas/persyaratan
ada yang kurang atau salah, pasti langsung
ditolak.

4. Proses pengajuan visa juga harus lengkap.
Yang ini cenderung lebih mudah, jika proses
legalisasi kedutaan sudah kelar. kecuali ada
hal-hal yang diluar jangkauan kami, seperti
perbedaan nama antara visa dengan passport
yang terlalu mencolok, atau visa turun dari
negara lain.

5. Keterlambatan ikhwah dalam mengirim/
melengkapi berkas juga sangat memperlambat
proses.

6. Hal-hal lain, insidental.
itulah beberapa hal yang membuat proses ini
cukup lama. bagaimana solusinya?
1. Usaha pertama memberi batasan registrasi
dan pengumpulan berkas tanggal 30 september
2014. Al-hamdulillah, sampai tangga 29-9-14
yang belum registrasi hanya 13 orang.
tujuannya:
a. Mempercepat proses terjemah.
b. Kejelasan status kesehatan (medical), kalau
FIT alhamdulillah, kalau UNFIT bisa segera
mencari solusi.
c. yang berkasnya bermasalah/kadaluarsa
(passport, skck) bisa segera mengurus.
2. Menganjurkan agar tazkiyah dan rekomendasi
kemenag menggunakan Bahasa Arab atau
Bahasa Inggris. untuk mengurangi masa
penerjemahan.
3. mengarahkan kepada yang lulus agar
mengabari adik-adi kelas atau siapapun yang
akan mendaftar online ke Madinah untuk
menerjemahkan dulu ke penerjemah resmi,
dengan catatan: ijazah dan akta supaya di
legalisasi deplu dan dephumkan oleh
penerjemah.
4. Mengarahkan agar terjemah asli Ijazah dan
Akta untuk tidak di laminating karena harus
dilegalisasi kedutaan. kalau di laminating,
berarti harus terjemah ulang dan legalisasi.
itulah beberapa hal yang sedang kami lakukan
dalam upaya membantu antum semua. perlu
bantuan dari antum semua untuk share
sebanyak mungkin.

PENTING!

[[[ jika semua berkas antum sudah
diterjemahkan oleh penerjemah resmi, jika
terjemah Ijazah asli dan akta asli milik antum
sudah ada legalisasi deplu dan dephumkam...
maka proses ini akan sangat cepat! tinggal
medical, legalisasi kedutaan, pengajuan visa,
dan booking tiket.]]]

SILAHKAN SHARE KE ADIK KELAS ANTUM,
AGAR PADA MASA MEREKA PROSESNYA TIDAK
LAMA SEPERTI SEKARANG





DAFTAR LULUS KE UNV ISLAM MADINAH SEPT 2014

16 09 2014

wpid-img-20140910-wa0060.jpgwpid-img-20140910-wa0058.jpgwpid-img-20140910-wa0056.jpgwpid-img-20140910-wa0055.jpgwpid-img-20140910-wa0071.jpg





SILATURRAHMI DENGAN KH ARIFIN ILHAM

16 09 2014

2014-09-16 16.13.43





NAMA-NAMA PELAJAR YANG DITERIMA SEBAGAI MAHASISWA DI UNIVERSITAS ISLAM MADINAH SAUDI ARABIA, SEPTEMBER 2014

16 09 2014

wpid-img-20140910-wa0058.jpg





4 alasan tidak berkembang

16 09 2014

Empat penyebab sekolah menjadi mandek tidak berkembang

http://gurukreatif.wordpress.com/2014/08/25/empat-penyebab-sekolah-menjadi-mandek-tidak-berkembang

Sent from LinkedIn for Android

http://lnkd.in/android

Agus Sampurno @gurukreatif

Guru Profesional dan Kreatif adalah Agen Perubahan Bangsa

Empat penyebab sekolah menjadi mandek tidak berkembang

BvCACd4IAAEWEQwPerubahan adalah hak setiap sekolah yang ingin berkembang. Tanpa perubahan maka sekolah akan jalan ditempat dan akan ditinggalkan oleh orang tua siswa. Namun jangan terkejut apabila ada sekolah yang inginnya langsung jadi sekolah yang besar tanpa mau berubah dan menjalani proses. Mungkin sekolah tersebut mau berkembang, hanya saja kalau boleh memilih, mereka ingin perubahannya yang murah, simpel dan langsung bisa berdampak besar bagi organisasinya serta sedikit saja tanpa mesti melibatkan orang lain.

Padahal kita semua tahu betapa berbahayanya keengganan akan perubahan, dengan kata lain sekolah masuk ke zona nyaman. Jika ada organisasi yang inginnya berubah namun jika dibiarkan memilih mereka inginnya tidak mau jauh-jauh dari zona nyaman, maka berarti siap-siap saja sekolah itu akan terasa hambar dan tanpa greget. Kegiatannya rutinitas semata, hanya melaksanakan yang sudah-sudah, itupun kalau biayanya ada, angka keluar masuk (turn over) gurunya tinggi dan muridnya pun makin lama makin sedikit.

Mengapa ada sekolah yang ‘memilih’ untuk jalan ditempat dan tidak mau berkembang? Ada beberapa hal penyebabnya.

Sekolah tidak mengetahui pasti kemana ‘arah’ mereka sebagai sebuah organisasi pembelajar.
Visi dan misi sekolah mungkin ada, karena sudah merupakan kewajiban dari dinas pendidikan untuk sebuah sekolah mengadakan visi dan misi. Sayangnya sekolah hanya sibuk dengan urusan dari rutin ke rutin. Dari ujian nasional ke ujian nasional berikutnya. Jika ditanya apa perbedaan murid di sekolahnya dengan murid sekolah lain, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Jika ditanya apa perbedaan hasil lulusan antara sekolah itu dengan sekolah lainnya maka jawabannya hanya semata persoalan nilai yang dicapai. Padahal masa depan siswa bukan hanya ditentukan dari nilai tetapi juga oleh karakter dan penguasaan keterampilan hidup yang penting sebagai bekal di masa depan. Jadi untuk tipe sekolah seperti ini, yang penting satu tahun ajaran bisa lewat dengan sukses dilalui tidak masalah jika tanpa inovasi. Menyedihkan bukan? Karena alih-alih melakukan perubahan, berjalan kemana arahnya pun sekolah ini tidak tahu.

Pengelolaan keuangan yang tidak tepat sasaran.
Jangan malu mengakui bahwa sekolah swasta menggunakan prinsip bisnis. Prinsip bisnis diperlukan karena demi tumbuh berkembangnya sekolah itu sendiri secara sehat sebagai lembaga pendidikan formal yang siap dijadikan tempat kepercayaan bagi banyak keluarga-keluarga yang tinggal berada di sekolah itu untuk menyekolahkan putra-putrinya. Bayangkan jika sekolah disubsidi terus menerus, atau tetap berjalan apa adanya dan dibiarkan merugi dan tidak bisa mandiri. Sayangnya karena terlalu khawatir merugi atau akan tutup, banyak sekolah yang terlalu cepat berniat mengambil keuntungan atau terlalu cepat melakukan ekspansi alias pengembangan tanpa mengukuhkan dahulu ‘pondasi’ di dalamnya. Bagi semua yang gunakan prinsip bisnis dengan ‘saklek’ atau dengan hitam putih . Praktek yang dilakukan oleh guru-guru di kelas adalah sebuah pemborosan dalam arti yang sebenar-benarnya. Sehari saja bersama dengan guru-guru di kelas, akan membuat seorang yang berasal dari kalangan pebisnis akan heran karena banyak sekali hal yang akan dianggap sebagai pemborosan. Misalnya kertas yang begitu saja dipakai berlembar-lembar hanya untuk siswa latihan menulis sampai kertas tisu berlembar-lembar yang diperlukan untuk mengelap hidung siswa yang sedang sakit pilek di kelas. Hal-hal yang saya contohkan adalah contoh kecil hal yang mungkin saja dianggap pemborosan namun diperlukan karena sesuai dengan konteks sekolah yang menjadi wadah bagi anak didik untuk berkembang. Dalam banyak kasus sekolah memaksa guru untuk berhemat atau bahkan mempersulit proses permintaan sumber belajar yang sebenarnya sudah menjadi hak siswa, dengan harapan guru yang meminta akan bosan dan malas untuk meminta lagi. Sekolah yang seperti ini akan sulit untuk menerima perubahan karena perubahan selalu dianggap memboroskan biaya dan mengurangi keuntungan sekolah.

Kepemimpinan yang lemah.
Kepemimpinan yang lemah akan membuat sekolah jalan ditempat. Uniknya sebenarnya para pemimpin yang menurut kita punya kepemimpinan yang tidak efektif sebenarnya tahu bahwa cara memimpinnya tidak efektif. Hanya saja rutinitaslah yang membuat seorang pemimpin menjadi kebal terhadap complain dan memilih begitu-begitu saja dalam mengelola sekolahnya. Ada pemimpin sekolah yang katakan, ‘saya ini sudah kebal sama complain dan makian dari orang tua siswa”. Saya pun demikian, saya memilih untuk kebal, namun kebal tanpa mau mencari solusi sama saja membiarkan orang lain menganggap kita ‘bebal’ alias tidak punya perasaan atau cuek terhadap kritik dan umpan balik dari orang lain. Pemimpin tipe seperti ini tidak bisa disalahkan juga, karena sebagai orang dewasa siapa yang tidak mau perubahan dan perbaikan. Namun pilihan berikutnya apakah ia mau memperjuangkan atau memilih untuk tiarap bermain aman atau yang penting ‘yayasan’ atau bos senang.

Guru yang tidak punya motivasi
Ada banyak sebab mengapa guru menjadi sosok yang tidak punya motivasi. Padahal menjadi pendidik mesti punya rasa antusias terhadap semua hal yang menyangkut bidangnya. Guru yang tahunya menjadi guru hanya menjadi pengajar saja mungkin tidak begitu diperlukan lagi di jaman ini. Sekolah yang ingin perubahan akan terbentur oleh sosok guru yang enggan perubahan. Sebab utama bukan masalah kesejahteraan, karena saya juga menjumpai guru yang mengajarnya biasa-biasa saja padahal kesejahteraannya sudah baik bila dibandingkan dengan sesama rekan seprofesi. Guru adalah aktor utama dari semua perubahan yang akan dan sedang terjadi di sekolah. Menyertakan guru adalah langkah terbaik dalam mengubah sebuah sekolah. Jika ingin cepat, melalui yayasan atau kepala sekolah bisa saja meminta dan menyuruh gurunya ini dan itu dan ujung-ujungnya akan frustasi juga karena lambannya guru bergerak. Membuat guru termotivasi pun tidak mudah, perlu langkah dan cara dalam membuat guru merasa bahwa perubahan demi anak didik adalah suatu keharusan.

Ketiga hal diatas sebenarnya hanyalah gambaran kecil dari situasi yang terjadi di sekolah. Kabar baiknya adalah tidak ada yang tidak mungkin, jika sekolah sebagai sebuah organisasi pembelajar ingin perubahan demi perkembangan pasti ada jalan. Di tulisan berikutnya akan saya bahas cara mendampingi sekolah agar bisa maju dan bisa memenuhi harapan para ‘stake holder’.

About these ads

Share this:

Twitter8
Facebook16
LinkedIn8
Cetak
Surat elektronik
Tumblr
StumbleUpon
Google
Pinterest
Sukai ini:

Terkait

Sekolah (baca: belajar) itu bisa murah dan berkualitas adalah bukan mimpiIn “Sekolah sebagai komunitas pembelajar”

Refleksi setahun menjadi kepala sekolahIn “Sekolah sebagai komunitas pembelajar”

6 tanda sekolah anda perlu berubahIn “Sekolah sebagai komunitas pembelajar”

25 Agustus 2014 1 Reply
Post navigation

« Sebelumnya
Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nama *

Surel *

Situs web

Komentar

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML:








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.